Featured Products

Vestibulum urna ipsum

product

Price: $180

Detail | Add to cart

Aliquam sollicitudin

product

Price: $240

Detail | Add to cart

Pellentesque habitant

product

Price: $120

Detail | Add to cart

Berjalan seekor tikus mencari makan di seputaran meja makan rumah seorang anggota DPR/MPR. Orang itu bernama Sukarmantopati, A.Md yang merupakan anggota termuda dalam Organisasi tertinggi di negara itu. Dimulai dari perkenalan dengan seorang bupati kemudian gubernur, hingga dia menjadi orang terkenal di daerahnya yang kemudian rakyat daerah mempercayakan sebuah tanggung jawab kepada dirinya.

Di usia 22 tahun, Sukarmantopati merupakan pribadi yang baik, beriman, dan rajin bersosialisasi dengan masyarakat. Dia pribadi yang amat dikagumi di komunitasnya, melebihi seorang artis tenar yang memiliki ketenaran yang menggema (penulis lebay). sebagai seorang pegawai swasta rendahan pada mulanya Sukarmantopati menjalani hidup dengan amat sederhana. Semua dijalani dengan prinsip ekonomi yang pernah didapat dari almamater pendidikannya pada saat itu. sehingga citra baik sudah total melekat pada pribadinya saat itu. karena dia hidup jauh dari oraang tua, dan tinggal sebatang kara dengan mengandalkan gaji bulanan yang belum seberapa.

Suatu hari Sukarmantopati berjalan menuju lokasi kerjanya, dengan sederhananya dia hanya menggunakan sepatu kets yang telah 3 tahun menemani hari harinya. Dia berjalan dengan perasaan tenang karena saat itu hari masih pagi dan belum ada tanda tanda kalau perjalanannya akan bermasalah. Namun berselang beberapa detik terdengar suara seperti peraduan benda keras di belakang pemuda ini. Serta merta di berlari menuju sumber suara yang ternyata adalah sebuah suara tabrakan dari sebuah mobil mewah yang menghantam pohon pembatas jalan.

Berlari dengan sigap dia menuju kendaraan itu, dan dengan cekatan dia mengeluarkan korban kecelakaan dari dalam mobil. Tak ada satu orang pun yang menyaksikan kejadian itu. Tanpa berfikir akan jam masuk kerja yang telah di ambang fajar, dia membawa korban itu ke RSUD setempat. Yah... seperti itula Sukarmantopati, lebih mementingkan keselamatan orang lain dari pada dirinya sendiri, walaupun sisa uang di dompetnya hanya cukup untuk membayar cateran angkutan ompreng yang di sewanya untuk ke RSUD.

1 jam setelah mendapatkan perawatan intensif, akhirnya korban sadar. Dia menemukan Sukarmantopati sedang tertidur ayam di sebelahnya. Dengan lembut, dia membangunkan sukarmantopati, lalu bertanya, " adik siapa? saya di RS mana? keluarga saya sudah di beritahu?". Serentak sukarmantopati kaget, dia lupa ada hal penting yang tidak di lakukannya. sukarman menjawab, " saya karman pak, tadi bapak kecelakaan, kebetulan cuma ada saya di sana, jadi bapak saya bawa ke sini, RSUD pak. keluarga bapak belum ada yang tahu pak, saya takut lancang membuka dompet dan isi dompet kunci mobil. maaf pak, kalau boleh, sekarang saja keluarga bapak saya kabari. maaf bapak siapa ya pak?"
Tersenyum tipis si korban mendengar pengakuan si Karman kemudian dia mengambil handphone dari saku celana yang kebetulan tidak dipindahkan kemana kemana oleh karman.

Setelah beberapa waktu, akhirnya datanglah seorang ibu ibu cantik menghampiri si korban. Ibu itu memeluk si korban dengan bercucurkan air mata. Ternyata ibu ibu itu istri dari si korban. Setelah tahu, si karman mohon diri dan pamit menuju tempat kerjanya. Berat langkahnya karena uang di dompetnya telah habis, sementara perjalanan menuju tempat kerjanya jauh sekali. Beruntung sekali nasip sukarmantopati karena di dalam dompetnya masih terselip sedikit uang yang cukup untuk mengantarkanya ke tempat kerja dengan menunggangi angkutan umum.

Tepat tengah hari, dia sampai di tempat kerja. Dia mengambil jatah makan, kemudian melakukan ibadah shalat dzuhur. tepat lonceng berakhirnya jam istirahat, dia pergi menemui atasannya untuk meminta izin atas keterlambatannya datang hari ini. dan dengan mudah dia mendapatkannya.

Bersambung.... hihihi

Maaf saudara2... Tidak ada inspirator lagi dalam cerita ini. jadi maafkan saya jika belum dapat melanjutkannya

No Response to " "

Posting Komentar